<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Departemen Agama</title>
	<atom:link href="http://rislafatdia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rislafatdia.wordpress.com</link>
	<description>Ikhlas beramal</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Nov 2008 04:09:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rislafatdia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Departemen Agama</title>
		<link>http://rislafatdia.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rislafatdia.wordpress.com/osd.xml" title="Departemen Agama" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rislafatdia.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Indahnya Kehidupan dengan Sunah</title>
		<link>http://rislafatdia.wordpress.com/2008/11/14/indahnya-kehidupan-dengan-sunah/</link>
		<comments>http://rislafatdia.wordpress.com/2008/11/14/indahnya-kehidupan-dengan-sunah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 04:09:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rislafatdia</dc:creator>
				<category><![CDATA[ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rislafatdia.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Biografi Imam Syafi’i Penyusun: Ustadz Arif Syarifuddin Nama dan Nasab Beliau bernama Muhammad dengan kunyah Abu Abdillah. Nasab beliau secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi‘ bin as-Saib bin ‘Ubayd bin ‘Abdu Zayd bin Hasyim bin al-Muththalib bin ‘Abdu Manaf bin Qushay. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah pada diri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rislafatdia.wordpress.com&amp;blog=5379595&amp;post=20&amp;subd=rislafatdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rislafatdia.files.wordpress.com/2008/11/baby12.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-21" title="baby12" src="http://rislafatdia.files.wordpress.com/2008/11/baby12.jpg?w=510" alt="baby12"   /></a>Biografi Imam Syafi’i<br />
Penyusun: Ustadz Arif Syarifuddin<br />
Nama dan Nasab<br />
Beliau bernama Muhammad dengan kunyah Abu Abdillah. Nasab beliau secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi‘ bin as-Saib bin ‘Ubayd bin ‘Abdu Zayd bin Hasyim bin al-Muththalib bin ‘Abdu Manaf bin Qushay. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah pada diri ‘Abdu Manaf bin Qushay. Dengan begitu, beliau masih termasuk sanak kandung Rasulullah karena masih terhitung keturunan paman-jauh beliau, yaitu Hasyim bin al-Muththalib.<br />
Bapak beliau, Idris, berasal dari daerah Tibalah (Sebuah daerah di wilayah Tihamah di jalan menuju ke Yaman). Dia seorang yang tidak berpunya. Awalnya dia tinggal di Madinah lalu berpindah dan menetap di ‘Asqalan (Kota tepi pantai di wilayah Palestina) dan akhirnya meninggal dalam keadaan masih muda di sana. Syafi‘, kakek dari kakek beliau, -yang namanya menjadi sumber penisbatan beliau (Syafi‘i)- menurut sebagian ulama adalah seorang sahabat shigar (yunior) Nabi. As-Saib, bapak Syafi‘, sendiri termasuk sahabat kibar (senior) yang memiliki kemiripan fisik dengan Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam. Dia termasuk dalam barisan tokoh musyrikin Quraysy dalam Perang Badar. Ketika itu dia tertawan lalu menebus sendiri dirinya dan menyatakan masuk Islam.<br />
Para ahli sejarah dan ulama nasab serta ahli hadits bersepakat bahwa Imam Syafi‘i berasal dari keturunan Arab murni. Imam Bukhari dan Imam Muslim telah memberi kesaksian mereka akan kevalidan nasabnya tersebut dan ketersambungannya dengan nasab Nabi, kemudian mereka membantah pendapat-pendapat sekelompok orang dari kalangan Malikiyah dan Hanafiyah yang menyatakan bahwa Imam Syafi‘i bukanlah asli keturunan Quraysy secara nasab, tetapi hanya keturunan secara wala’ saja. Adapun ibu beliau, terdapat perbedaan pendapat tentang jati dirinya. Beberapa pendapat mengatakan dia masih keturunan al-Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib, sedangkan yang lain menyebutkan seorang wanita dari kabilah Azadiyah yang memiliki kunyahUmmu Habibah. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa ibu Imam Syafi‘i adalah seorang wanita yang tekun beribadah dan memiliki kecerdasan yang tinggi. Dia seorang yang faqih dalam urusan agama dan memiliki kemampuan melakukan istinbath.<br />
Waktu dan Tempat Kelahirannya<br />
Beliau dilahirkan pada tahun 150. Pada tahun itu pula, Abu Hanifah wafat sehingga dikomentari oleh al-Hakim sebagai isyarat bahwa beliau adalah pengganti Abu Hanifah dalam bidang yang ditekuninya.<br />
Tentang tempat kelahirannya, banyak riwayat yang menyebutkan beberapa tempat yang berbeda. Akan tetapi, yang termasyhur dan disepakati oleh ahli sejarah adalah kota Ghazzah (Sebuah kota yang terletak di perbatasan wilayah Syam ke arah Mesir. Tepatnya di sebelah Selatan Palestina. Jaraknya dengan kota Asqalan sekitar dua farsakh). Tempat lain yang disebut-sebut adalah kota Asqalan dan Yaman.<br />
Ibnu Hajar memberikan penjelasan bahwa riwayat-riwayat tersebut dapat digabungkan dengan dikatakan bahwa beliau dilahirkan di sebuah tempat bernama Ghazzah di wilayah Asqalan. Ketika berumur dua tahun, beliau dibawa ibunya ke negeri Hijaz dan berbaur dengan penduduk negeri itu yang keturunan Yaman karena sang ibu berasal dari kabilah Azdiyah (dari Yaman). Lalu ketika berumur 10 tahun, beliau dibawa ke Mekkah, karena sang ibu khawatir nasabnya yang mulia lenyap dan terlupakan.<br />
Pertumbuhannya dan Pengembaraannya Mencari Ilmu<br />
Di Mekkah, Imam Syafi ‘i dan ibunya tinggal di dekat Syi‘bu al-Khaif. Di sana, sang ibu mengirimnya belajar kepada seorang guru. Sebenarnya ibunya tidak mampu untuk membiayainya, tetapi sang guru ternyata rela tidak dibayar setelah melihat kecerdasan dan kecepatannya dalam menghafal. Imam Syafi‘i bercerita, “Di al-Kuttab (sekolah tempat menghafal Alquran), saya melihat guru yang mengajar di situ membacakan murid-muridnya ayat Alquran, maka aku ikut menghafalnya. Sampai ketika saya menghafal semua yang dia diktekan, dia berkata kepadaku, ‘Tidak halal bagiku mengambil upah sedikitpun darimu.’” Dan ternyata kemudian dengan segera guru itu mengangkatnya sebagai penggantinya (mengawasi murid-murid lain) jika dia tidak ada. Demikianlah, belum lagi menginjak usia baligh, beliau telah berubah menjadi seorang guru.<br />
Setelah rampung menghafal Alquran di al-Kuttab, beliau kemudian beralih ke Masjidil Haram untuk menghadiri majelis-majelis ilmu di sana. Sekalipun hidup dalam kemiskinan, beliau tidak berputus asa dalam menimba ilmu. Beliau mengumpulkan pecahan tembikar, potongan kulit, pelepah kurma, dan tulang unta untuk dipakai menulis. Sampai-sampai tempayan-tempayan milik ibunya penuh dengan tulang-tulang, pecahan tembikar, dan pelepah kurma yang telah bertuliskan hadits-hadits Nabi. Dan itu terjadi pada saat beliau belum lagi berusia baligh. Sampai dikatakan bahwa beliau telah menghafal Alquran pada saat berusia 7 tahun, lalu membaca dan menghafal kitab Al-Muwaththa’ karya Imam Malik pada usia 12 tahun sebelum beliau berjumpa langsung dengan Imam Malik di Madinah.<br />
Beliau juga tertarik mempelajari ilmu bahasa Arab dan syair-syairnya. Beliau memutuskan untuk tinggal di daerah pedalaman bersama suku Hudzail yang telah terkenal kefasihan dan kemurnian bahasanya, serta syair-syair mereka. Hasilnya, sekembalinya dari sana beliau telah berhasil menguasai kefasihan mereka dan menghafal seluruh syair mereka, serta mengetahui nasab orang-orang Arab, suatu hal yang kemudian banyak dipuji oleh ahli-ahli bahasa Arab yang pernah berjumpa dengannya dan yang hidup sesudahnya. Namun, takdir Allah telah menentukan jalan lain baginya. Setelah mendapatkan nasehat dari dua orang ulama, yaitu Muslim bin Khalid az-Zanji -mufti kota Mekkah-, dan al-Husain bin ‘Ali bin Yazid agar mendalami ilmu fiqih, maka beliau pun tersentuh untuk mendalaminya dan mulailah beliau melakukan pengembaraannya mencari ilmu.<br />
Beliau mengawalinya dengan menimbanya dari ulama-ulama kotanya, Mekkah, seperti Muslim bin Khalid, Dawud bin Abdurrahman al-‘Athar, Muhammad bin Ali bin Syafi’ –yang masih terhitung paman jauhnya-, Sufyan bin ‘Uyainah –ahli hadits Mekkah-, Abdurrahman bin Abu Bakar al-Maliki, Sa’id bin Salim, Fudhail bin ‘Iyadh, dan lain-lain. Di Mekkah ini, beliau mempelajari ilmu fiqih, hadits, lughoh, dan Muwaththa’ Imam Malik. Di samping itu beliau juga mempelajari keterampilan memanah dan menunggang kuda sampai menjadi mahir sebagai realisasi pemahamannya terhadap ayat 60 surat Al-Anfal. Bahkan dikatakan bahwa dari 10 panah yang dilepasnya, 9 di antaranya pasti mengena sasaran.<br />
Setelah mendapat izin dari para syaikh-nya untuk berfatwa, timbul keinginannya untuk mengembara ke Madinah, Dar as-Sunnah, untuk mengambil ilmu dari para ulamanya. Terlebih lagi di sana ada Imam Malik bin Anas, penyusun al-Muwaththa’. Maka berangkatlah beliau ke sana menemui sang Imam. Di hadapan Imam Malik, beliau membaca al-Muwaththa’ yang telah dihafalnya di Mekkah, dan hafalannya itu membuat Imam Malik kagum kepadanya. Beliau menjalani mulazamah kepada Imam Malik demi mengambil ilmu darinya sampai sang Imam wafat pada tahun 179. Di samping Imam Malik, beliau juga mengambil ilmu dari ulama Madinah lainnya seperti Ibrahim bin Abu Yahya, ‘Abdul ‘Aziz ad-Darawardi, Athaf bin Khalid, Isma‘il bin Ja‘far, Ibrahim bin Sa‘d dan masih banyak lagi.<br />
Setelah kembali ke Mekkah, beliau kemudian melanjutkan mencari ilmu ke Yaman. Di sana beliau mengambil ilmu dari Mutharrif bin Mazin dan Hisyam bin Yusuf al-Qadhi, serta yang lain. Namun, berawal dari Yaman inilah beliau mendapat cobaan –satu hal yang selalu dihadapi oleh para ulama, sebelum maupun sesudah beliau-. Di Yaman, nama beliau menjadi tenar karena sejumlah kegiatan dan kegigihannya menegakkan keadilan, dan ketenarannya itu sampai juga ke telinga penduduk Mekkah. Lalu, orang-orang yang tidak senang kepadanya akibat kegiatannya tadi mengadukannya kepada Khalifah Harun ar-Rasyid, Mereka menuduhnya hendak mengobarkan pemberontakan bersama orang-orang dari kalangan Alawiyah.<br />
Sebagaimana dalam sejarah, Imam Syafi‘i hidup pada masa-masa awal pemerintahan Bani ‘Abbasiyah yang berhasil merebut kekuasaan dari Bani Umayyah. Pada masa itu, setiap khalifah dari Bani ‘Abbasiyah hampir selalu menghadapi pemberontakan orang-orang dari kalangan ‘Alawiyah. Kenyataan ini membuat mereka bersikap sangat kejam dalam memadamkan pemberontakan orang-orang ‘Alawiyah yang sebenarnya masih saudara mereka sebagai sesama Bani Hasyim. Dan hal itu menggoreskan rasa sedih yang mendalam pada kaum muslimin secara umum dan pada diri Imam Syafi‘i secara khusus. Dia melihat orang-orang dari Ahlu Bait Nabi menghadapi musibah yang mengenaskan dari penguasa. Maka berbeda dengan sikap ahli fiqih selainnya, beliau pun menampakkan secara terang-terangan rasa cintanya kepada mereka tanpa rasa takut sedikitpun, suatu sikap yang saat itu akan membuat pemiliknya merasakan kehidupan yang sangat sulit.<br />
Sikapnya itu membuatnya dituduh sebagai orang yang bersikap tasyayyu‘, padahal sikapnya sama sekali berbeda dengan tasysyu’ model orang-orang syi‘ah. Bahkan Imam Syafi‘i menolak keras sikap tasysyu’ model mereka itu yang meyakini ketidakabsahan keimaman Abu Bakar, Umar, serta ‘Utsman , dan hanya meyakini keimaman Ali, serta meyakini kemaksuman para imam mereka. Sedangkan kecintaan beliau kepada Ahlu Bait adalah kecintaan yang didasari oleh perintah-perintah yang terdapat dalam Al-Quran maupun hadits-hadits shahih. Dan kecintaan beliau itu ternyata tidaklah lantas membuatnya dianggap oleh orang-orang syiah sebagai ahli fiqih madzhab mereka.<br />
Tuduhan dusta yang diarahkan kepadanya bahwa dia hendak mengobarkan pemberontakan, membuatnya ditangkap, lalu digelandang ke Baghdad dalam keadaan dibelenggu dengan rantai bersama sejumlah orang-orang ‘Alawiyah. Beliau bersama orang-orang ‘Alawiyah itu dihadapkan ke hadapan Khalifah Harun ar-Rasyid. Khalifah menyuruh bawahannya menyiapkan pedang dan hamparan kulit. Setelah memeriksa mereka seorang demi seorang, ia menyuruh pegawainya memenggal kepala mereka. Ketika sampai pada gilirannya, Imam Syafi‘i berusaha memberikan penjelasan kepada Khalifah. Dengan kecerdasan dan ketenangannya serta pembelaan dari Muhammad bin al-Hasan -ahli fiqih Irak-, beliau berhasil meyakinkan Khalifah tentang ketidakbenaran apa yang dituduhkan kepadanya. Akhirnya beliau meninggalkan majelis Harun ar-Rasyid dalam keadaan bersih dari tuduhan bersekongkol dengan ‘Alawiyah dan mendapatkan kesempatan untuk tinggal di Baghdad.<br />
Di Baghdad, beliau kembali pada kegiatan asalnya, mencari ilmu. Beliau meneliti dan mendalami madzhab Ahlu Ra’yu. Untuk itu beliau berguru dengan mulazamah kepada Muhammad bin al-Hassan. Selain itu, kepada Isma ‘il bin ‘Ulayyah dan Abdul Wahhab ats-Tsaqafiy dan lain-lain. Setelah meraih ilmu dari para ulama Irak itu, beliau kembali ke Mekkah pada saat namanya mulai dikenal. Maka mulailah ia mengajar di tempat dahulu ia belajar. Ketika musim haji tiba, ribuan jamaah haji berdatangan ke Mekkah. Mereka yang telah mendengar nama beliau dan ilmunya yang mengagumkan, bersemangat mengikuti pengajarannya sampai akhirnya nama beliau makin dikenal luas. Salah satu di antara mereka adalah Imam Ahmad bin Hanbal.<br />
Ketika kamasyhurannya sampai ke kota Baghdad, Imam Abdurrahman bin Mahdi mengirim surat kepada Imam Syafi‘i memintanya untuk menulis sebuah kitab yang berisi khabar-khabar yang maqbul, penjelasan tentang nasikh dan mansukh dari ayat-ayat Alquran dan lain-lain. Maka beliau pun menulis kitabnya yang terkenal, Ar-Risalah.<br />
Setelah lebih dari 9 tahun mengajar di Mekkah, beliau kembali melakukan perjalanan ke Irak untuk kedua kalinya dalam rangka menolong madzhab Ash-habul Hadits di sana. Beliau mendapat sambutan meriah di Baghdad karena para ulama besar di sana telah menyebut-nyebut namanya. Dengan kedatangannya, kelompok Ash-habul Hadits merasa mendapat angin segar karena sebelumnya mereka merasa didominasi oleh Ahlu Ra’yi. Sampai-sampai dikatakan bahwa ketika beliau datang ke Baghdad, di Masjid Jami ‘ al-Gharbi terdapat sekitar 20 halaqah Ahlu Ra ‘yu. Tetapi ketika hari Jumat tiba, yang tersisa hanya 2 atau 3 halaqah saja.<br />
Beliau menetap di Irak selama dua tahun, kemudian pada tahun 197 beliau balik ke Mekkah. Di sana beliau mulai menyebar madzhabnya sendiri. Maka datanglah para penuntut ilmu kepadanya meneguk dari lautan ilmunya. Tetapi beliau hanya berada setahun di Mekkah.<br />
Tahun 198, beliau berangkat lagi ke Irak. Namun, beliau hanya beberapa bulan saja di sana karena telah terjadi perubahan politik. Khalifah al-Makmun telah dikuasai oleh para ulama ahli kalam, dan terjebak dalam pembahasan-pembahasan tentang ilmu kalam. Sementara Imam Syafi‘i adalah orang yang paham betul tentang ilmu kalam. Beliau tahu bagaimana pertentangan ilmu ini dengan manhaj as-salaf ash-shaleh –yang selama ini dipegangnya- di dalam memahami masalah-masalah syariat. Hal itu karena orang-orang ahli kalam menjadikan akal sebagai patokan utama dalam menghadapi setiap masalah, menjadikannya rujukan dalam memahami syariat padahal mereka tahu bahwa akal juga memiliki keterbatasan-keterbatasan. Beliau tahu betul kebencian meraka kepada ulama ahlu hadits. Karena itulah beliau menolak madzhab mereka.<br />
Dan begitulah kenyataannya. Provokasi mereka membuat Khalifah mendatangkan banyak musibah kepada para ulama ahlu hadits. Salah satunya adalah yang dikenal sebagai Yaumul Mihnah, ketika dia mengumpulkan para ulama untuk menguji dan memaksa mereka menerima paham Alquran itu makhluk. Akibatnya, banyak ulama yang masuk penjara, bila tidak dibunuh. Salah satu di antaranya adalah Imam Ahmad bin Hanbal. Karena perubahan itulah, Imam Syafi‘i kemudian memutuskan pergi ke Mesir. Sebenarnya hati kecilnya menolak pergi ke sana, tetapi akhirnya ia menyerahkan dirinya kepada kehendak Allah. Di Mesir, beliau mendapat sambutan masyarakatnya. Di sana beliau berdakwah, menebar ilmunya, dan menulis sejumlah kitab, termasuk merevisi kitabnya ar-Risalah, sampai akhirnya beliau menemui akhir kehidupannya di sana.<br />
Keteguhannya Membela Sunnah<br />
Sebagai seorang yang mengikuti manhaj Ash-habul Hadits, beliau dalam menetapkan suatu masalah terutama masalah aqidah selalu menjadikan Alquran dan Sunnah Nabi sebagai landasan dan sumber hukumnya. Beliau selalu menyebutkan dalil-dalil dari keduanya dan menjadikannya hujjah dalam menghadapi penentangnya, terutama dari kalangan ahli kalam. Beliau berkata, “Jika kalian telah mendapatkan Sunnah Nabi, maka ikutilah dan janganlah kalian berpaling mengambil pendapat yang lain.” Karena komitmennya mengikuti sunnah dan membelanya itu, beliau mendapat gelar Nashir as-Sunnah wa al-Hadits.<br />
Terdapat banyak atsar tentang ketidaksukaan beliau kepada Ahli Ilmu Kalam, mengingat perbedaan manhaj beliau dengan mereka. Beliau berkata, “Setiap orang yang berbicara (mutakallim) dengan bersumber dari Alquran dan sunnah, maka ucapannya adalah benar, tetapi jika dari selain keduanya, maka ucapannya hanyalah igauan belaka.” Imam Ahmad berkata, “Bagi Syafi‘i jika telah yakin dengan keshahihan sebuah hadits, maka dia akan menyampaikannya. Dan prilaku yang terbaik adalah dia tidak tertarik sama sekali dengan ilmu kalam, dan lebih tertarik kepada fiqih.” Imam Syafi ‘i berkata, “Tidak ada yang lebih aku benci daripada ilmu kalam dan ahlinya.” Al-Mazani berkata, “Merupakan madzhab Imam Syafi‘i membenci kesibukan dalam ilmu kalam. Beliau melarang kami sibuk dalam ilmu kalam.” Ketidaksukaan beliau sampai pada tingkat memberi fatwa bahwa hukum bagi ahli ilmu kalam adalah dipukul dengan pelepah kurma, lalu dinaikkan ke atas punggung unta dan digiring berkeliling di antara kabilah-kabilah dengan mengumumkan bahwa itu adalah hukuman bagi orang yang meninggalkan Alquran dan Sunnah dan memilih ilmu kalam.<br />
Wafatnya<br />
Karena kesibukannya berdakwah dan menebar ilmu, beliau menderita penyakit bawasir yang selalu mengeluarkan darah. Makin lama penyakitnya itu bertambah parah hingga akhirnya beliau wafat karenanya. Beliau wafat pada malam Jumat setelah shalat Isya’ hari terakhir bulan Rajab permulaan tahun 204 dalam usia 54 tahun. Semoga Allah memberikan kepadanya rahmat-Nya yang luas.<br />
Ar-Rabi menyampaikan bahwa dia bermimpi melihat Imam Syafi‘i, sesudah wafatnya. Dia berkata kepada beliau, “Apa yang telah diperbuat Allah kepadamu, wahai Abu Abdillah?” Beliau menjawab, “Allah mendudukkan aku di atas sebuah kursi emas dan menaburkan pada diriku mutiara-mutiara yang halus.”<br />
Karangan-Karangannya<br />
Sekalipun beliau hanya hidup selama setengah abad dan kesibukannya melakukan perjalanan jauh untuk mencari ilmu, hal itu tidaklah menghalanginya untuk menulis banyak kitab. Jumlahnya menurut Ibnu Zulaq mencapai 200 bagian, sedangkan menurut al-Marwaziy mencapai 113 kitab tentang tafsir, fiqih, adab dan lain-lain. Yaqut al-Hamawi mengatakan jumlahnya mencapai 174 kitab yang judul-judulnya disebutkan oleh Ibnu an-Nadim dalam al-Fahrasat. Yang paling terkenal di antara kitab-kitabnya adalah al-Umm, yang terdiri dari 4 jilid berisi 128 masalah, dan ar-Risalah al-Jadidah (yang telah direvisinya) mengenai Alquran dan As-Sunnah serta kedudukannya dalam syariat.<br />
Sumber:<br />
Al-Umm, bagian muqoddimah hal. 3-33<br />
Siyar A‘lam an-Nubala’<br />
Manhaj Aqidah Imam asy-Syafi‘, terjemah kitab Manhaj al-Imam Asy-Syafi ‘i fi Itsbat al-‘Aqidah karya DR. Muhammad AW al-Aql terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi ‘i, Cirebon<br />
(Sumber: Majalah Fatawa)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rislafatdia.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rislafatdia.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rislafatdia.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rislafatdia.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rislafatdia.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rislafatdia.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rislafatdia.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rislafatdia.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rislafatdia.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rislafatdia.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rislafatdia.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rislafatdia.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rislafatdia.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rislafatdia.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rislafatdia.wordpress.com&amp;blog=5379595&amp;post=20&amp;subd=rislafatdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rislafatdia.wordpress.com/2008/11/14/indahnya-kehidupan-dengan-sunah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/26e8cde69930280888c528daead3d0eb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rislafatdia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rislafatdia.files.wordpress.com/2008/11/baby12.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">baby12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memilih Pendamping Hidup</title>
		<link>http://rislafatdia.wordpress.com/2008/11/14/memilih-pendamping-hidup/</link>
		<comments>http://rislafatdia.wordpress.com/2008/11/14/memilih-pendamping-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 03:48:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rislafatdia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rislafatdia.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Di antara garis panduan memilih calon isteri yang dianjurkan oleh Islam ialah supaya pemilihan yang dibuat benar-benar dapat menjamin kerukunan rumahtangga dan dapat menjadi aman damai serta diberkati Allah sepanjang masa. &#60;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&#62; &#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;          Aspek yang utama ditinjau dari hadis Rasulullah SAW ialah dengan sabdanya, maksudnya : &#60;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&#62; &#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;          Dikahwini perempuan (dijadikan isteri) itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rislafatdia.wordpress.com&amp;blog=5379595&amp;post=16&amp;subd=rislafatdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p><span>
<a href='http://rislafatdia.wordpress.com/2008/11/14/memilih-pendamping-hidup/409696673_78fde0091f/' title='409696673_78fde0091f'><img data-attachment-id='17' data-orig-size='333,500' data-liked='0'width="63" height="96" src="http://rislafatdia.files.wordpress.com/2008/11/409696673_78fde0091f.jpg?w=63&#038;h=96" class="attachment-thumbnail" alt="409696673_78fde0091f" title="409696673_78fde0091f" /></a>
<a href='http://rislafatdia.wordpress.com/2008/11/14/memilih-pendamping-hidup/409696673_78fde0091f1/' title='409696673_78fde0091f1'><img data-attachment-id='18' data-orig-size='333,500' data-liked='0'width="63" height="96" src="http://rislafatdia.files.wordpress.com/2008/11/409696673_78fde0091f1.jpg?w=63&#038;h=96" class="attachment-thumbnail" alt="409696673_78fde0091f1" title="409696673_78fde0091f1" /></a>
Di antara garis panduan memilih calon isteri yang dianjurkan oleh Islam ialah supaya pemilihan yang dibuat benar-benar dapat menjamin kerukunan rumahtangga dan dapat menjadi aman damai serta diberkati Allah sepanjang masa.</span> <span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>         </span>Aspek yang utama ditinjau dari hadis Rasulullah SAW ialah dengan sabdanya, maksudnya :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2"><span>         </span>Dikahwini perempuan (dijadikan isteri) itu kerana<span>  </span>empat perkara, kerana hartanya, kerana keturunannya, kerana kecantikkannya dan kerana agamanya.<span>  </span>Maka utamakanlah perempuan yang mempunyai agama dan beruntunglah hidup kamu…”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span>         </span>Di antara yang disunatkan dan digalakkan memilih perempuan untuk dipinang ialah :</p>
<p class="MsoBodyText"><span>a.</span><span>   </span><strong>Zuriat yang banyak</strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span>               </span>Memilih perempuan yang boleh mendatangkan zuriat yang banyak memanglah digalakkan oleh Islam.<span>  </span>Di sini boleh diperhatikan dari sudut keluarganya (keturunannya) di samping kesuburan tubuh badan<span>  </span>di mana tidak menghalang<span>  </span>ianya hamil.<span>  </span>Selain itu, umur juga boleh diambil kira bagi mengekalkan zuriat yang banyak.</p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span>b.</span><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><span>Anak gadis / bujang</span></strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3"><span>Pemilihan anak gadis amat dititik beratkan kerana di mana usia gadis, kurang bebanan peribadi.</span><span>  </span>Segalanya-galanya serba baru, dapat mengeratkan kasih sayang tanpa gangguan.<span>  </span>Tenaga yang masih muda dapat memberi sepenuh masa untuk suami.<span>  </span>Walau bagaimanapun, memilih seorang janda juga digalakkan sekiranya di sana ada tujuan yang baik untuk memilihnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-indent:-18pt;text-align:justify;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>c.</span><span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><span>Sedikit mas kahwin</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;"><span>Perempuan yang menjadi pilihan adalah sedikit belanja mas kahwinnya di mana mudah bagi pihak lelaki menjelaskannya dan sesuai dengan tuntutan Islam.</span><span>  </span>Sekiranya terlalu besar mas kahwin itu, bukan sahaja menjadi keberatan bagi lelaki malah boleh memberi kesan yang negatif di masa akan datang.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-indent:-18pt;text-align:justify;">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>d.</span><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><span>Bukan hubungan keluarga</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;"><span>Pemilihan ini bagi meluaskan skop keturunan di mana keluarga akan bertambah ramai lagi dan mental sesebuah keluarga itu boleh mempengaruhi hidup.</span><span>  </span>Lebih-lebih lagi perhubungan sebuah keluarga dengan<span>  </span>keluarga dalam menemukan jodoh.</p>
<p><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; </span><span>e.</span><span>   </span><strong>Baligh</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-indent:-18pt;text-align:justify;"><span>   </span>Memilih perempuan biarlah ianya sudah cukup umur (baligh) di mana dapat memahami ertu perkahwinan, berfikir secara orang dewasa, kurang memberi tunjuk ajar, tidak<span>  </span>mudah merajuk dan juga boleh hamil.</p>
<p class="MsoBodyTextIndent"> <span>f.</span><span>    </span><strong>Akal yang sempurna</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-indent:-18pt;text-align:justify;"><span>   </span>Memilih akal yang sempurna ialah berfikir<span>  </span>secara seorang<span>  </span>muslim yang soleh, gemar membaca Al-Quran serta memahaminya,<span>  </span>mengetahui hala dan haram, banyak bersabar, bertindak dengan adil dan juga menghormati hak dirinya dan hak orang lain.</p>
<p class="MsoBodyText"><span>g.</span><span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><span>Sesuai (kufu)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;"><span>Persesuaian</span><span>  </span>adalah diperlukan untuk memilih pasangan hidup lebih-lebih lagi dalam dunia moden ini di mana wanita mempunyai kedudukan yang agak<span>  </span>sama dengan kaum lelaki malah terdapat lebih dari lelaki.<span>  </span>Hal ini kadangkala menjadi isu besar di kalangan ibu dan bapa hari ini,<span>   </span>kononya anak perempuannya tidak sesuai berkahwin.<span>  </span>Tetapi dalam masa yang sama<span>  </span>juga mereka<span>  </span>telah keluar dan bebas bergaul tanpa dilarang oleh ibubapanya.</p>
<p><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; </span>Firman Allah Taala dalam surah Al-Baqarah ayat 235, ertinya :</p>
<p><em>“Tidak berdosa meminang perempuan<span>  </span>(yang dalam<span>  </span>idah lagi dengan kata sindirian)”</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span>         </span>Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud, maksudnya:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoBodyText2"><span>“Apabila seorang dari kamu meminang perempuan, sekiranya dia dapat lihat perempuan itu hendaklah dia melihatnya sehingga bertambah keinginan kepada perkahwinan”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span>         </span>Sebelum meminang, seorang lelaki harus melihat perempuan yang akan dipinang pada muka dan dua tapak tangan sahaja.<span>  </span>Dan begitu juga sebaliknya dengan tujuan untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya agar kedua-duanya dapat<span>  </span>menepati kehendak dan maksud masing-masing.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>         </span>Menurut pendapat jumhur ulamak, melihat pada perempuan dengan tujuan meminang hanya tertentu pada muka dan dua tapak<span>  </span>tangannya.<span>  </span>Kerana dengan melihat muka<span>  </span>dapat diketahui kecantikan raut muka serta<span>  </span>paras rupa untuk calon isteri atau sebaliknya.<span>  </span>Sementara melihat kedua tapak tangan bertujuan supaya dapat mengetahui kesuburan badan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>         </span>Sabda Rasulullah SAW, ertinya :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>         </span>“<em>Apabila salah seorang daripada kamu meminang<span>  </span>perempuan maka tidak berdosa<span>  </span>atasnya melihat perempuan itu asalkan sahaja semata-mata untuk meminangnya sekalipun dia tidak mengetahui”.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><em>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</em></p>
<p class="MsoBodyText"><span>         </span>Rasulullah SAW pernah menyuruh sahabatnya yang<span>  </span>bernama Mughirah bin Syukbah, sabdanya bermaksud :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>         </span><em>“Lihat dahulu perempuan itu maka melihatnya adalah pokok utama bagi suami isteri hidup dalam aman damai”</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>         </span>Keharusan pihak lelaki boleh melihat<span>  </span>perempuan yang akan dipinang pada anggota-anggota<span>  </span>yang telah disebutkan sebelum<span>  </span>ini walaupun dengan tanpa<span>  </span>keredhaannya, dan<span>  </span>sebaik-baiknya<span>  </span>kehadiran pihak lelaki itu hendaknyalah waktu melihat<span>  </span>itu dilakukan sebelum meminang,<span>  </span>Ini kerana<span>  </span>seandainya ia tidak secucuk di hati pihak lelaki dengan sebab-sebab<span>  </span>yang tertentu bolehlah ia mengundurkan diri tanpa akan menyakitinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>         </span>Jika kedapatan pihak lelaki tidak berupaya melihat perempuan yang akan dipinang oleh sesuatu sebab, maka bolehlah ia mengutuskan orang tertentu<span>  </span>yang dipercayai<span>  </span>sebagai perantaraan<span>  </span>untuk pergi melihatnya.<span>  </span>Ini supaya orang tadi menerangkan<span>  </span>sifat-sifat peribadi serta keadaan<span>  </span>perempuan itu yang mana bertujuan untuk mengahwininya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>         </span>Kedapatan beberapa perkara yang amat diambil<span>  </span>berat oleh syarak dalam soal pinang meminang iaitu :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2"><span>a.</span><span>      </span>Peminangan tidak boleh dilakukan kepada wanita yang dipinang oleh seseorang melainkan ianya telah melepaskan<span>  </span>hak peminangannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>         </span>Sabda Rasulullah SAW diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim, maksudnya :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>         </span><em>“Orang muslim adalah saudara orang mukmin, maka tidak halal bagi seorang mukmin meminang<span>  </span>seorang perempuan yang sedang dipinang oleh saudaranya hingga nyata sudah ditinggalkan”.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>         </span>Sabda Nabi SAW, maksudnya :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>         </span><em>“Janganlah seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang perempuan yang tidak halal baginya. Maka sesungguhnya orang<span>  </span>yang ketiga bersama dengannya ialah syaitan kecuali bersama mahram.”</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><em>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>b.</span><span>      </span>Haram<span>  </span>seorang lelaki meminang dengan cara terus terang seorang perempuan yang di dalam eddah sama ada <span>      </span>raj’i atau bain atau eddah wafat.<span>  </span>Dan haram meminang<span>  </span>cara sindiran perempuan yang di dalam eddah raj’i, dan<span>  </span>dibolehkan meminang<span>  </span>secara sindiran perempuan yang di dalam eddah wafat tanpa khilaf dan diharuskan juga meminang perempuan yang dalam eddah bain sama ada<span>  </span>disebabkan perceraian atau fasakh menurut pendapat yang terkuat dari pendapat Imam Syafie.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>         </span>Contoh ayat Sareh :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>         </span><em>“Apabila telah habis eddahmu, aku akan berkahwin dengan kamu”.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>         </span>Contoh ayat Kinayah :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>         </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>         </span><em>“Kamu ini cantik, banyak lelaki inginkan kamu”.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>c.</span><span>      </span>Wanita yang akan dipinang bukan mahramnya yang mana dilarang dalam perkahwinan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>         </span>Sabda Rasulullah SAW lagi yang bermaksud :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>&lt;!&#8211;[if !supportEmptyParas]&#8211;&gt; &lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;text-align:justify;"><span>         </span><em>“Lihatlah dia (bakal tunangan) dengan ini akan lebih menguatkan (mengeratkan) perhubungan kamu berdua”.</em></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"><br />
</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span>         </span><span>Perlu diingat walaupun Islam mengharuskan</span><span>  </span>melihat perempuan ajnabi dengan tujuan meminang tetapi janganlah ia mengambil peluang untuk memuaskan perasaan atau hawa nafsunya.<span>  </span>Malahan menjadi haram semula sekiranya hajat melihatnya itu sudah mencukupi atau langkah peminangan.</p>
<p class="MsoBodyText"> </p>
</div>
</div>
<div class="postinfo">
<p>Dikirim dalam <a title="Lihat semua kiriman di dalam DEENUL ISLAM" rel="category tag" href="http://ms.wordpress.com/tag/deenul-islam/">DEENUL ISLAM</a>, <a title="Lihat semua kiriman di dalam MUNAKAHAT" rel="category tag" href="http://ms.wordpress.com/tag/munakahat/">MUNAKAHAT</a></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rislafatdia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rislafatdia.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rislafatdia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rislafatdia.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rislafatdia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rislafatdia.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rislafatdia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rislafatdia.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rislafatdia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rislafatdia.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rislafatdia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rislafatdia.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rislafatdia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rislafatdia.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rislafatdia.wordpress.com&amp;blog=5379595&amp;post=16&amp;subd=rislafatdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rislafatdia.wordpress.com/2008/11/14/memilih-pendamping-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/26e8cde69930280888c528daead3d0eb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rislafatdia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rislafatdia.files.wordpress.com/2008/11/409696673_78fde0091f.jpg?w=63" medium="image">
			<media:title type="html">409696673_78fde0091f</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rislafatdia.files.wordpress.com/2008/11/409696673_78fde0091f1.jpg?w=63" medium="image">
			<media:title type="html">409696673_78fde0091f1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijah dan Amalan yang di Syariatkan</title>
		<link>http://rislafatdia.wordpress.com/2008/11/14/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijah-dan-amalan-yang-di-syariatkan-2/</link>
		<comments>http://rislafatdia.wordpress.com/2008/11/14/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijah-dan-amalan-yang-di-syariatkan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 03:24:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rislafatdia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rislafatdia.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijah dan Amalan yang di Syariatkan Posted by: rile on: December 13, 2007 In: Al Islam Comment! Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya. Keutamaan 10 hari yang Pertama Bulan Dzul Hijjah. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rislafatdia.wordpress.com&amp;blog=5379595&amp;post=12&amp;subd=rislafatdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="p-head">
<h1>Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijah dan Amalan yang di Syariatkan</h1>
<p class="p-who-date">Posted by: rile on: December 13, 2007</p>
</div>
<div class="p-det">
<ul>
<li class="p-cat">In: <a title="View all posts in Al Islam" rel="category tag" href="http://wordpress.com/tag/al-islam/">Al Islam</a></li>
<li class="p-com"><a title="Permanent Link to Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijah dan Amalan yang di Syariatkan" rel="bookmark" href="http://rile.wordpress.com/2007/12/13/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijah-dan-amalan-yang-di-syariatkan/#respond">Comment!</a></li>
</ul>
</div>
<div class="p-con">
<div class="snap_preview">
<p>Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.</p>
<p>Keutamaan 10 hari yang Pertama Bulan Dzul Hijjah.</p>
<p>Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>“Artinya : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”.</p>
<p>Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>“Artinya : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzul Hijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid “.</p>
<p>Macam-macam Amalan yang Disyariatkan</p>
<p>1. Melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah</p>
<p>Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p>“Artinya : Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga”.</p>
<p>2. Berpuasa selama hari-hari tersebut, atau pada sebagiannya, terutama pada hari Arafah.</p>
<p>Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :</p>
<p>“Artinya : Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku”.</p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>“Artinya : Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun”. [Hadits Muttafaq 'Alaih].</p>
<p>Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah Rahimahullah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>“Artinya : Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”.</p>
<p>3. Takbir dan Dzikir pada Hari-hari Tersebut.</p>
<p>Sebagaimana firman Allah Ta’ala.</p>
<p>“Artinya : …. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan ..”. [Al-Hajj : 28].</p>
<p>Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma.</p>
<p>“Artinya : Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid “. [Hadits Riwayat Ahmad].</p>
<p>Imam Bukhari Rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhum keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :</p>
<p>“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu”</p>
<p>“Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah”.</p>
<p>Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.</p>
<p>“Artinya : Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu ..”. [Al-Baqarah : 185].</p>
<p><span style="text-decoration:line-through;">Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do’a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.</span></p>
<p>Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan do’a-do’a lainnya yang disyariatkan.</p>
<p>4. Taubat serta Meninggalkan Segala Maksiat dan Dosa.</p>
<p>Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta’atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.</p>
<p>Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>“Artinya : Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya” [Hadits Muttafaq 'Alaihi].</p>
<p>5. Banyak Beramal Shalih.</p>
<p>Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.</p>
<p>6. Disyariatkan pada Hari-hari itu Takbir Muthlaq</p>
<p>Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah ; bagi selain jama’ah haji dimulai dari sejak Zhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.</p>
<p>7. Berkurban pada Hari Raya Qurban dan Hari-hari Tasyriq.</p>
<p>Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta’ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>“Artinya : Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. [Muttafaq 'Alaihi]</p>
<p>8. Dilarang Mencabut atau Memotong Rambut dan Kuku bagi orang yang hendak Berkurban.</p>
<p>Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu ‘Anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>“Artinya : Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya”.</p>
<p>Dalam riwayat lain : “Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban”.</p>
<p>Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.</p>
<p>“Artinya : ….. dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan…”. [Al-Baqarah : 196].</p>
<p>Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.</p>
<p>9. Melaksanakan Shalat Iedul Adha dan mengdengarkan Khutbahnya.</p>
<p>Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.</p>
<p>10. Selain hal-hal yang telah disebutkan diatas.</p>
<p>Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.</p>
<p>Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.</p>
<p>Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin</p></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rislafatdia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rislafatdia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rislafatdia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rislafatdia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rislafatdia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rislafatdia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rislafatdia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rislafatdia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rislafatdia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rislafatdia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rislafatdia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rislafatdia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rislafatdia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rislafatdia.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rislafatdia.wordpress.com&amp;blog=5379595&amp;post=12&amp;subd=rislafatdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rislafatdia.wordpress.com/2008/11/14/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijah-dan-amalan-yang-di-syariatkan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/26e8cde69930280888c528daead3d0eb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rislafatdia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijah dan Amalan yang di Syariatkan</title>
		<link>http://rislafatdia.wordpress.com/2008/11/14/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijah-dan-amalan-yang-di-syariatkan/</link>
		<comments>http://rislafatdia.wordpress.com/2008/11/14/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijah-dan-amalan-yang-di-syariatkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 03:22:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rislafatdia</dc:creator>
				<category><![CDATA[amalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rislafatdia.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya. Keutamaan 10 hari yang Pertama Bulan Dzul Hijjah. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Artinya : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rislafatdia.wordpress.com&amp;blog=5379595&amp;post=10&amp;subd=rislafatdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="p-head"></div>
<div class="p-con">
<div class="snap_preview">
<p>Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.</p>
<p>Keutamaan 10 hari yang Pertama Bulan Dzul Hijjah.</p>
<p>Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>“Artinya : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”.</p>
<p>Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>“Artinya : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzul Hijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid “.</p>
<p>Macam-macam Amalan yang Disyariatkan</p>
<p>1. Melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah</p>
<p>Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p>“Artinya : Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga”.</p>
<p>2. Berpuasa selama hari-hari tersebut, atau pada sebagiannya, terutama pada hari Arafah.</p>
<p>Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :</p>
<p>“Artinya : Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku”.</p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>“Artinya : Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun”. [Hadits Muttafaq 'Alaih].</p>
<p>Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah Rahimahullah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>“Artinya : Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”.</p>
<p>3. Takbir dan Dzikir pada Hari-hari Tersebut.</p>
<p>Sebagaimana firman Allah Ta’ala.</p>
<p>“Artinya : …. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan ..”. [Al-Hajj : 28].</p>
<p>Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma.</p>
<p>“Artinya : Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid “. [Hadits Riwayat Ahmad].</p>
<p>Imam Bukhari Rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhum keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :</p>
<p>“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu”</p>
<p>“Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah”.</p>
<p>Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.</p>
<p>“Artinya : Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu ..”. [Al-Baqarah : 185].</p>
<p><span style="text-decoration:line-through;">Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do’a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.</span></p>
<p>Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan do’a-do’a lainnya yang disyariatkan.</p>
<p>4. Taubat serta Meninggalkan Segala Maksiat dan Dosa.</p>
<p>Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta’atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.</p>
<p>Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>“Artinya : Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya” [Hadits Muttafaq 'Alaihi].</p>
<p>5. Banyak Beramal Shalih.</p>
<p>Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.</p>
<p>6. Disyariatkan pada Hari-hari itu Takbir Muthlaq</p>
<p>Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah ; bagi selain jama’ah haji dimulai dari sejak Zhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.</p>
<p>7. Berkurban pada Hari Raya Qurban dan Hari-hari Tasyriq.</p>
<p>Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta’ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>“Artinya : Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. [Muttafaq 'Alaihi]</p>
<p>8. Dilarang Mencabut atau Memotong Rambut dan Kuku bagi orang yang hendak Berkurban.</p>
<p>Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu ‘Anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>“Artinya : Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya”.</p>
<p>Dalam riwayat lain : “Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban”.</p>
<p>Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.</p>
<p>“Artinya : ….. dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan…”. [Al-Baqarah : 196].</p>
<p>Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.</p>
<p>9. Melaksanakan Shalat Iedul Adha dan mengdengarkan Khutbahnya.</p>
<p>Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.</p>
<p>10. Selain hal-hal yang telah disebutkan diatas.</p>
<p>Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.</p>
<p>Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.</p>
<p>Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin</p></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rislafatdia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rislafatdia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rislafatdia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rislafatdia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rislafatdia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rislafatdia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rislafatdia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rislafatdia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rislafatdia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rislafatdia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rislafatdia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rislafatdia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rislafatdia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rislafatdia.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rislafatdia.wordpress.com&amp;blog=5379595&amp;post=10&amp;subd=rislafatdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rislafatdia.wordpress.com/2008/11/14/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijah-dan-amalan-yang-di-syariatkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/26e8cde69930280888c528daead3d0eb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rislafatdia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TUNTUNAN IBADAH HAJI</title>
		<link>http://rislafatdia.wordpress.com/2008/11/09/tuntunan-ibadah-haji/</link>
		<comments>http://rislafatdia.wordpress.com/2008/11/09/tuntunan-ibadah-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 08:43:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rislafatdia</dc:creator>
				<category><![CDATA[makkah]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rislafatdia.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Menunaikan ibadah haji adalah sesuatu yang amat dirindukan oleh setiap umat Islam, bahkan oleh yang telah menunaikannya berkali-kali sekalipun. Karena itu, bagi yang dimudahkan Allah untuk bisa menunaikan ibadah haji tahun ini agar menggunakan kesempatan emas itu dengan sebaik-baiknya. Sebab, belum tentu kesempatan menunaikan ibadah haji itu datang kembali. Agar bisa beribadah haji dengan sebaik-baiknya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rislafatdia.wordpress.com&amp;blog=5379595&amp;post=4&amp;subd=rislafatdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><a href="http://rislafatdia.files.wordpress.com/2008/11/masjidannabawi.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-6" title="masjidannabawi" src="http://rislafatdia.files.wordpress.com/2008/11/masjidannabawi.jpg?w=510" alt="masjidannabawi"   /></a>Menunaikan ibadah haji adalah sesuatu yang amat dirindukan oleh setiap umat Islam, bahkan oleh yang telah menunaikannya berkali-kali sekalipun. Karena itu, bagi yang dimudahkan Allah untuk bisa menunaikan ibadah haji tahun ini agar menggunakan kesempatan emas itu dengan sebaik-baiknya. Sebab, belum tentu kesempatan menunaikan ibadah haji itu datang kembali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Agar bisa beribadah haji dengan sebaik-baiknya, sekhusyu’ &#8211; khusyu’nya dan menjadi haji mabrur, di samping harus ikhlas kita harus memiliki ilmu yang cukup seputar bagaimana menjalankan ibadah haji sesuai dengan tuntunan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hal-hal yang mewajibkan haji</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">1. Islam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">2. Berakal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">3. Baliqh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">4. Merdeka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">5. Mampu : meliputi kemampuan materi dan fisik. Barangsiapa tidak mampu dengan hartanya untuk memenuhi biaya perjalanan, nafkah haji dan sejenisnya maka ia tidak berkewajiban haji. Adapun orang yang mampu secara materil, tetapi tidak mampu secara fisik dan jauh harapan sembuhnya, seperti orang yang sakit menahun, orang yang cacat atau tua renta maka ia harus mewakilkan hajinya kepada orang lain. Dan disyaratkan orang yang mewakilinya sudah haji untuk dirinya sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Macam-macam Haji</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;"><img src="/DOCUME~1/KOMPUT~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="13" height="13" /></span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;">HAJI IFRAD</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;"><img src="/DOCUME~1/KOMPUT~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="13" height="13" /></span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;">HAJI QIRAN</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;"><img src="/DOCUME~1/KOMPUT~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="13" height="13" /></span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;">HAJI TAMATTU</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Rukun dan Wajib Haji</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;"><img src="/DOCUME~1/KOMPUT~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="13" height="13" /></span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;">IHRAM</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;"><img src="/DOCUME~1/KOMPUT~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="13" height="13" /></span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;">WUKUF</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;"><img src="/DOCUME~1/KOMPUT~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="13" height="13" /></span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;">TAWAF</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;"><img src="/DOCUME~1/KOMPUT~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="13" height="13" /></span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;">SA’I</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;"><img src="/DOCUME~1/KOMPUT~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="13" height="13" /></span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;">TAHALLUL</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;"><img src="/DOCUME~1/KOMPUT~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="13" height="13" /></span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;">MABIT</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;"><img src="/DOCUME~1/KOMPUT~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="13" height="13" /></span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;">MELONTAR JUMRAH</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;"><img src="/DOCUME~1/KOMPUT~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="13" height="13" /></span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;">LAIN-LAIN</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 72pt;"><span style="font-family:Wingdings;"><span><span style="font-size:small;">Ø</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">MIQAT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 72pt;"><span style="font-family:Wingdings;"><span><span style="font-size:small;">Ø</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">TALBIYAH</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 72pt;"><span style="font-family:Wingdings;"><span><span style="font-size:small;">Ø</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">DAM (DENDA)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 72pt;"><span style="font-family:Wingdings;"><span><span style="font-size:small;">Ø</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">4 RUKUN KA’BAH</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 72pt;"><span style="font-family:Wingdings;"><span><span style="font-size:small;">Ø</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">IDUL ADHA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">6. Dan bagi perempuan ditambah dengan satu syarat yaitu adanya mahram yang pergi bersamanya. Sebab haram hukumnya jika ia pergi haji atau safar (bepergian) lainnya tanpa mahram, berdasarkan sabda Nabi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“Tidak (dibenarkan seorang) wanita bepergian kecuali dengan mahramnya.” (Muttafaq Alaih).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Jika seorang wanita pergi haji tanpa mahram maka ia berdosa tetapi hajinya tetap sah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="color:#3366ff;">Rukun Haji</span></strong><span style="color:#3366ff;">.</span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Yang dimaksud rukun haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji yang jika tidak dikerjakan hajinya tidak syah. Adapun rukun haji adalah sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">1. Ihram, Yaitu mengenakan pakaian ihram dengan niat untuk haji atau umrah di Miqat Makani.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">2. Wukuf di Arafah, yaitu berdiam diri, zikir dan berdo’a di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">3. Tawaf Ifadah, Yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, dilakukan sesudah melontar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Zulhijah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">4. Sa’i, yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 Kali, dilakukan sesudah Tawaf Ifadah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">5. Tahallul, yaitu bercukur atau menggunting rambut sesudah selesai melaksanakan Sa’i.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">6. Tertib, yaitu mengerjakannya sesuai dengan urutannya serta tidak ada yang tertinggal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="color:#3366ff;">Wajib Haji,</span></strong> Adalah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji sebagai pelengkap Rukun Haji, yang jika tidak dikerjakan harus membayar dam (denda). Yang termasuk wajib haji adalah ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">1. Niat Ihram, untuk haji atau umrah dari Miqat Makani, dilakukan setelah berpakaian ihram</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">2. Mabit (bermalam) di Muzdalifah pada tanggal 9 Zulhijah (dalam perjalanan dari Arafah ke Mina)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">3. Melontar Jumrah Aqabah tanggal 10 Zulhijah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">4. Mabit di Mina pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">5. Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">6. Tawaf Wada’, Yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">7. Meninggalkan perbuatan yang dilarang waktu ihram</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Rukun Umrah</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">1. Ihram, Yaitu mengenakan pakaian ihram dengan niat untuk umrah di Miqat Makani.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">3. Tawaf Umrah, Yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">4. Sa’i, yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 Kali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">5. Tahallul, yaitu bercukur atau menggunting rambut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">6. Tertib, yaitu mengerjakannya sesuai dengan urutannya serta tidak ada yang tertinggal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Wajib Umrah</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">1. Niat Ihram, untuk haji atau umrah dari Miqat Makani, dilakukan setelah berpakaian ihram</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">2. Tidak berbuat yang diharamkan dalam berumrah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rislafatdia.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rislafatdia.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rislafatdia.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rislafatdia.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rislafatdia.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rislafatdia.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rislafatdia.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rislafatdia.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rislafatdia.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rislafatdia.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rislafatdia.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rislafatdia.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rislafatdia.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rislafatdia.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rislafatdia.wordpress.com&amp;blog=5379595&amp;post=4&amp;subd=rislafatdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rislafatdia.wordpress.com/2008/11/09/tuntunan-ibadah-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/26e8cde69930280888c528daead3d0eb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rislafatdia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rislafatdia.files.wordpress.com/2008/11/masjidannabawi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">masjidannabawi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://rislafatdia.wordpress.com/2008/11/02/hello-world/</link>
		<comments>http://rislafatdia.wordpress.com/2008/11/02/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 08:17:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rislafatdia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rislafatdia.wordpress.com&amp;blog=5379595&amp;post=1&amp;subd=rislafatdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rislafatdia.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rislafatdia.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rislafatdia.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rislafatdia.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rislafatdia.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rislafatdia.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rislafatdia.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rislafatdia.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rislafatdia.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rislafatdia.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rislafatdia.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rislafatdia.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rislafatdia.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rislafatdia.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rislafatdia.wordpress.com&amp;blog=5379595&amp;post=1&amp;subd=rislafatdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rislafatdia.wordpress.com/2008/11/02/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/26e8cde69930280888c528daead3d0eb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rislafatdia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
